Minggu, 21 November 2010

Menilai orang dari covernya ???


"Bila diamati dari cover luarnya, Ia tak ubahnya seperti orang yang tidak punya tanggung jawab. Egois. Suka menang sendiri. Dan dipastikan imannya jauh dari kata plus."

Benarkah penilaian itu?
Sudahkah kita telaah ulang?
Dari mana sumber informasinya?
Atau itu hanyalah persepsi dari kita sendiri tanpa mencoba mengamati sisi lainnya?

Menilai keburukan seseorang memang hal yang paling mudah dilakukan. Ada kesalahan sedikit saja, orang akan cepat menangkapnya dan nantinya akan timbul satu persepsi buruk di belakangnya. Fatalnya, persepsi buruk itu akan berdampak pada hal-hal yang lain. Sekali melakukan kesalahan, maka hal-hal yang lainpun juga dianggap satu kesalahan.

Benarkah tindakan itu?

Menilai pribadi seseorang hanya dari cover luarnya, ini satu tindakan yang kurang tepat. Ada banyak pertimbangan yang harus kita lakukan sebelum kita menilai pribadi seseorang.

Pelajari dari berbagai sisi.

Jangan andalkan pribadi seseorang yang terlihat dari sisi luarnya saja. Jika kita mendapati sifatnya yang memang dinilai kurang baik, cari tahu sebabnya kenapa dia bisa berbuat begitu. Cobalah kita amati lebih seksama lagi. Ada hal apa yang membuatnya berperilaku demikian. Tentunya, kita harus melihat dari banyak sisi.

Singkirkan sisi negatif dari orang tersebut, alihkan perhatian pada sisi positif yang dia punya.

Ingat. Menilai sisi negatif dari seseorang akan menimbulkan prasangka buruk (Su'udzon). Sebaliknya, menilai sisi positif dari seseorang akan menimbulkan prasangka baik (husnu'dzon). Sekalipun banyak sumber mengatakan sosoknya memang banyak keburukan/kesalahan, selalulah kita sebagai orang beriman tidak termakan oleh omongan itu. Lebih baik kita tetap berprasangka baik kepadanya.

Dengungkan selalu di pikiran kita, "Sejelek-jeleknya pribadi orang, pasti ada kebaikan disana."

Kalimat itu setidaknya menyelamatkan kita dari sifat su'udzon yang banyak mendera hati manusia. Toh, segala sesuatunya hanya Allah yang Maha Tahu bukan? Belum tentu juga penilaian orang-orang itu akan sama dengan penilaian Allah. Karena segala sesuatunya hanya Allahlah yang tahu.

Tuntunlah jika kita tahu sisi negatifnya.

Setelah kita coba mengamati dari banyak sisi. Kita dapati sisi positif yang dia punya. Hal yang harus kita lakukan adalah menuntunnya. Nasehatilah dia dengan satu cara yang tidak akan menyinggungnya. Tuntunlah dia dengan agama. Dan yakinkan dia bisa berubah nantinya...

Terakhir...

Kita tidak sepantasnya menilai keburukan dari pribadi orang. Pantaskah kita menilai pribadinya sementara kita sendiri malah lebih buruk darinya? Bukankah agama menuntun kita untuk selalu menilai apa yang menjadi kekurangan kita?

Jika kita ingin menilai pribadi orang, nilailah dari sisi positif yang dia punya. Kalaupun kita menemukan sisi negatif darinya, simpanlah rapat-rapat di hati kita. Jangan sampai orang tahu itu. Kita yang tahu diwajibkan untuk menuntunnya...

4 komentar:

shinichi_aris mengatakan...

likes this

Amhi Selalu Tersenyum mengatakan...

makasih pak menteri... :D

shinichi4aris mengatakan...

sama2 :D

share this one...! untuk membangunkan saudara-saudara kita yang masih terlelap dengan egoisme dan arogansi.

Amhi Selalu Tersenyum mengatakan...

Siiiippp...
Insyaallah...
:)