Kamis, 26 Mei 2011

Seperti dulu itu ...

Hari ini kau kembali diam membisu
Tak ada kata yang terucap
Tatapanmu hampa
Desahmu pun hampir tak terdengar
Tak seperti dulu itu ...

Kau kulum beruntai-untai kata
Dalam selimut hatimu yang tak lagi
Memberi kehangatan
Seperti dulu itu ...

Ada tanya yang ingin ku sampaikan
Walau telah terjawab oleh pikirku sendiri
Kusimpan saja
Biar tak kau berpikir lagi
Seperti dulu itu...

Tak semuanya memang
Harus jelas
Kini banyak yang mesti tak terucap
Walau tak seperti dulu itu ...

Kutatap jauh ke depan
Kuapungkan asa di riak air
Yang tak bertepi
Masih adakah bayangmu disana?
Seperti dulu itu.

Senin, 23 Mei 2011

PEMIMPIN VISIONER

Kepemimpinan visioner, adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota dengan cara memberi arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas (Diana Kartanegara, 2003).

Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. Pemimipin visioner setidaknya harus memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Burt Nanus (1992), yaitu:

Seorang pemimpin visioner harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan karyawan lainnya dalam organisasi. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk menghasilkan “guidance, encouragement, and motivation.”

Seorang pemimpin visioner harus memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang. Ini termasuk, yang plaing penting, dapat “relate skillfully” dengan orang-orang kunci di luar organisasi, namun memainkan peran penting terhadap organisasi (investor, dan pelanggan).

Seorang pemimpin harus memegang peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi praktek organisasi, prosedur, produk dan jasa. Seorang pemimpin dalam hal ini harus terlibat dalam organisasi untuk menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan, sejalan dengan mempersiapkan dan memandu jalan organisasi ke masa depan (successfully achieved vision).

Seorang pemimpin visioner harus memiliki atau mengembangkan “ceruk” untuk mengantisipasi masa depan. Ceruk ini merupakan ssebuah bentuk imajinatif, yang berdasarkan atas kemampuan data untuk mengakses kebutuhan masa depan konsumen, teknologi, dan lain sebagainya. Ini termasuk kemampuan untuk mengatur sumber daya organisasi guna memperiapkan diri menghadapi kemunculan kebutuhan dan perubahan ini.

Barbara Brown mengajukan 10 kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin visioner, yaitu:

Visualizing. Pemimpin visioner mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang hendak dicapai dan mempunyai gambaran yang jelas kapan hal itu akan dapat dicapai.
Futuristic Thinking. Pemimpin visioner tidak hanya memikirkan di mana posisi bisnis pada saat ini, tetapi lebih memikirkan di mana posisi yang diinginkan pada masa yang akan datang.
Showing Foresight. Pemimpin visioner adalah perencana yang dapat memperkirakan masa depan. Dalam membuat rencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan, tetapi mempertimbangkan teknologi, prosedur, organisasi dan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi rencana.
Proactive Planning. Pemimpin visioner menetapkan sasaran dan strategi yang spesifik untuk mencapai sasaran tersebut. Pemimpin visioner mampu mengantisipasi atau mempertimbangkan rintangan potensial dan mengembangkan rencana darurat untuk menanggulangi rintangan itu
Creative Thinking. Dalam menghadapi tantangan pemimpin visioner berusaha mencari alternatif jalan keluar yang baru dengan memperhatikan isu, peluang dan masalah. Pemimpin visioner akan berkata “If it ain’t broke, BREAK IT!”.
Taking Risks. Pemimpin visioner berani mengambil resiko, dan menganggap kegagalan sebagai peluang bukan kemunduran.
Process alignment. Pemimpin visioner mengetahui bagaimana cara menghubungkan sasaran dirinya dengan sasaran organisasi. Ia dapat dengan segera menselaraskan tugas dan pekerjaan setiap departemen pada seluruh organisasi.
Coalition building. Pemimpin visioner menyadari bahwa dalam rangka mencapai sasara dirinya, dia harus menciptakan hubungan yang harmonis baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Dia aktif mencari peluang untuk bekerjasama dengan berbagai macam individu, departemen dan golongan tertentu.
Continuous Learning. Pemimpin visioner harus mampu dengan teratur mengambil bagian dalam pelatihan dan berbagai jenis pengembanganlainnya, baik di dalam maupun di luar organisasi. Pemimpin visioner mampu menguji setiap interaksi, negatif atau positif, sehingga mampu mempelajari situasi. Pemimpin visioner mampu mengejar peluang untuk bekerjasama dan mengambil bagian dalam proyek yang dapat memperluas pengetahuan, memberikan tantangan berpikir dan mengembangkan imajinasi.
Embracing Change. Pemimpin visioner mengetahui bahwa perubahan adalah suatu bagian yang penting bagi pertumbuhan dan pengembangan. Ketika ditemukan perubahan yang tidak diinginkan atau tidak diantisipasi, pemimpin visioner dengan aktif menyelidiki jalan yang dapat memberikan manfaat pada perubahan tersebut.

Burt Nanus (1992), mengungkapkan ada empat peran yang harus dimainkan oleh pemimpin visioner dalam melaksanakan kepemimpinannya, yaitu:

Peran penentu arah (direction setter). Peran ini merupakan peran di mana seorang pemimpin menyajikan suatu visi, meyakinkan gambaran atau target untuk suatu organisasi, guna diraih pada masa depan, dan melibatkan orang-orang dari “get-go”. Hal ini bagi para ahli dalam studi dan praktek kepemimpinan merupakan esensi dari kepemimpinan. Sebagai penentu arah, seorang pemimpin menyampaikan visi, mengkomunikasikannya, memotivasi pekerja dan rekan, serta meyakinkan orang bahwa apa yang dilakukan merupakan hal yang benar, dan mendukung partisipasi pada seluruh tingkat dan pada seluruh tahap usaha menuju masa depan.

Agen perubahan (agent of change). Agen perubahan merupakan peran penting kedua dari seorang pemimpin visioner. Dalam konteks perubahan, lingkungan eksternal adalah pusat. Ekonomi, sosial, teknologi, dan perubahan politis terjadi secara terus-menerus, beberapa berlangsung secara dramatis dan yang lainnya berlangsung dengan perlahan. Tentu saja, kebutuhan pelanggan dan pilihan berubah sebagaimana halnya perubahan keinginan para stakeholders. Para pemimpin yang efektif harus secara konstan menyesuaikan terhadap perubahan ini dan berpikir ke depan tentang perubahan potensial dan yang dapat dirubah. Hal ini menjamin bahwa pemimpin disediakan untuk seluruh situasi atau peristiwa-peristiwa yang dapat mengancam kesuksesan organisasi saat ini, dan yang paling penting masa depan. Akhirnya, fleksibilitas dan resiko yang dihitung pengambilan adalah juga penting lingkungan yang berubah.

Juru bicara (spokesperson). Memperoleh “pesan” ke luar, dan juga berbicara, boleh dikatakan merupakan suatu bagian penting dari memimpikan masa depan suatu organisasi. Seorang pemimpin efektif adalah juga seseorang yang mengetahui dan menghargai segala bentuk komunikasi tersedia, guna menjelaskan dan membangun dukungan untuk suatu visi masa depan. Pemimpin, sebagai juru bicara untuk visi, harus mengkomunikasikan suatu pesan yang mengikat semua orang agar melibatkan diri dan menyentuh visi organisasi-secara internal dan secara eksternal. Visi yang disampaikan harus “bermanfaat, menarik, dan menumbulkan kegairahan tentang masa depan organisasi”.

Pelatih (coach). Pemimpin visioner yang efektif harus menjadi pelatih yang baik. Dengan ini berarti bahwa seorang pemimpin harus menggunakan kerjasama kelompok untuk mencapai visi yang dinyatakan. Seorang pemimpin mengoptimalkan kemampuan seluruh “pemain” untuk bekerja sama, mengkoordinir aktivitas atau usaha mereka, ke arah “pencapaian kemenangan”, atau menuju pencapaian suatu visi organisasi. Pemimpin, sebagai pelatih, menjaga pekerja untuk memusatkan pada realisasi visi dengan pengarahan, memberi harapan, dan membangun kepercayaan di antara pemain yang penting bagi organisasi dan visinya untuk masa depan. Dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat dibantah bahwa pemimpin sebagai pelatih, lebih tepat untuk ditunjuk sebagai “player-coach”.

Jumat, 20 Mei 2011

Selalu...

Bulir-bulir embun berkilau
Kicau burung memecah senyap
Semilir angin menyejukkan hati
Perlahan senyum itu merona
Wajah indah yang tenangkan jiwa
Membangunkan jiwa yang rapuh
Mengangkat roh dari mati suri
Membuka mata dari kelelahan atas tangis yang pernah ada
Membuka bibir dari kebisuan
Melenturkan tubuh dari kekakuan
Mata berbinar
Tak mampu menatap haru
Karena MENTARI itu selalu ada
Dan ku ingin MENTARI itu selalu
Menemaniku,
Meski gelap akan menelannya
Dia akan tetap bersinar
Jika HARAPAN itu selalu ADA.

Kamis, 19 Mei 2011

Karena AKU tak pernah SENDIRI

Luka ini kian menganga...
Perih ini kian menyiksa...
Batin ini kian meringis...

Ku seret langkahku perlahan menjauhi kesedihan yang membatin...
Meski sulit, aku tetap mencoba...

Ku rajut benang-benang harapan...
Ku usap air mata dan peluh dengan ketegaran...
Ku balut luka dengan senyuman...
Ku menatap hari esok dengan keyakinan...

Aku tak pernah sendiri dalam sedihku...
Tak pernah sendiri dalam tangisku...
Tak pernah sendiri dalam piluku...
Karena...
Mereka selalu ada untukku...

Aku kuat karena mereka...
Aku bangkit karena mereka...

Karena mereka tak pernah rela melihatku dalam keterpurukan...

Sabtu, 14 Mei 2011

KOSONG

Selalu ada hal dalam diriku yang membuat mereka jauh
Mereka pergi
Meninggalkanku dalam keKOSONGan

Ku terpaku pada satu titik .
Hitam... KOSONG !
Ku terpaut dalam satu garis,
Garis-garis keKOSONGan

Aku belum memahami diriku sepenuhnya
Belum bisa menerawang
Apa yang membuat lilin-lilin kecil itu lenyap
Dalam ruang hati dan menjadi KOSONG

Tirai-tirai keKOSONGan
Mengungkungku dalam ketakutan dan kesendirian
Ku mencoba meraba setitik cahaya
Tapi belum juga ku temukan

Aku disini, tetap seperti ini...
Dan terus sendiri
Dalam sepi yang merajai hati.

Rabu, 11 Mei 2011

Pagi ini pasti indah...

Ku buka mata
Ku sambut pagi dengan senyuman
Rintik hujan menyeruak

Ayunkan langkah dengan optimis
Semangat jangan terkikis

Berjalan di bawah sejuknya dekapan pagi
Menikmati hidup dalam buaian tasbih
Begitu tenang...
Begitu damai...

Hmmm, waktunya mewujudkan mimpi!
Di depan sana telah menanti puncak tertinggi
Untuk aku daki dengan keyakinan diri

Pagi ini indah...
Dan akan selalu indah...
Karena disana selalu ada harapan.

Selasa, 10 Mei 2011

Aku bahagia bersama mereka, sahabat-sahabatku . . .

Berbeda pendapat bukan berarti dua hati harus membenci. Perbedaan menandakan ada yang salah dan harus bersama untuk membenarkannya. Itulah PERSAHABATAN...

Hidup ini indah. Bahkan sangat indah. Ketika ALLAH menghadirkan orang-orang terkasih untuk mendampingi setiap langkahku. Cobaan dan ujian mutlak dalam hidup ini. Hmmmm, aku mungkin telah banyak melalui hal tersulit dalam hidup ini. Tapi Alhamdulillah ALLAH selalu memberikan aku kekuatan untuk melewati semuanya. Aku berusaha KUAT karena aku tahu seperti apa rasanya LEMAH. Aku berusaha TERTAWA karena aku tahu seperti apa rasanya BERSEDIH.

Orang tua, sudah pasti menjadi motivator utama dalam hidupku. Namun masih banyak orang-orang yang selalu setia menemaniku dalam suka dan duka, yaitu sahabat-sahabatku. Bercerita tentang sahabat, pasti ada suka dan dukanya. Konflik dalam persahabatan merupakan hal yang wajar dan pasti ada. Saling diem, ngambekan, sindir-sindiran, bahkan sampai musuhan (*curhat pengalaman pribadi, heheheh). Tapi insyaallah semua bisa terlewati. Aku bahagia bersama mereka, sahabat-sahabatku. Mereka selalu ada untukku. Sahabatku tak pernah membenarkan setiap perkataanku. Ketika aku salah, mereka ada untuk menyempurnakan.

Tersenyum untuk semua orang dapat aku lakukan. Tapi menangis, hanya dapat aku luapkan kepada orang-orang terkasih yang aku percaya. Senyum pun tak berarti aku baik-baik saja, terkadang aku tersenyum karena aku telah lelah untuk menangis. Kekuatan aku peroleh dari mereka. Meskipun suatu saat nanti kami akan berpisah, aku berharap persahabatan ini takkan pernah berakhir. Amin.

Sahabat yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat ALLAH, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-geriknya teringat akan mati.

Ini dia sahabat-sahabat yang paling dekat denganku saat ini.


Charisma Putri Arlida



Novita Anggraeni Putri



Resti Rahmadani



Sahabat... Semoga kekonyolan cerita, cita-cita, dan harapan yang sering kita lontarkan bersama dapat terwujud suatu saat nanti. Aku yakin kita semua akan menjadi orang tersukses di Indonesia (Amin). Don't give up!!!

Jumat, 06 Mei 2011

Tuhan, hari ini aku...

Tuhan,
Hari ini aku sakit...
Hal yang biasa bagiku...
Tapi tidak biasa untuk mereka...

Tuhan,
Hari ini aku sebenarnya tak sanggup...
Jika harus menghadapi semua ini sendiri...
Tapi aku juga tak sanggup untuk membuat mereka khawatir...

Tuhan,
Hari ini aku menangis...
Butuh kehangatan kasih-Mu...
Meski ku teriris...
Ku biarkan semua berlalu...

Tuhan,
Hari ini aku memohon kekuatan-Mu...
Masih banyak hal yang harus aku kerjakan...
Untuk mereka yang menunggu...

Tuhan,
Hari ini aku tersenyum...
Karena aku tahu cahaya kasih-Mu...
Tak akan pernah pupus.

Rabu, 04 Mei 2011

Ini !


Ku tangisi semua ini seorang diri
Ku papah rasa sakit ini
Senyum dan tangis pun tak dapat aku bedakan kini
Ketika kata mencabik nurani

Menangis dalam isak hati
Mencoba mengimbangi
Namun tak kuasa berdiri
Hanya bisa meratapi

Memberi arti
Tak pernah dimaknai
Mencari satu sisi
Tak pernah ditemui

Beradu dalam ilusi,
Dalam kelumpuhan imajinasi
Meski tak pernah dihargai
Tapi aku tak pernah mengingkari.